Sosiologi Konflik Pola penyebab dan mitigasi Konflik agraria struktural di Indonesia 1

Sosiologi Konflik Pola penyebab dan mitigasi Konflik agraria struktural di Indonesia 1

Buku yang hadir dihadapan para pembaca ini pengembangan dari buku yang berjudul Sosiologi Konflik Agraria: Protes-Protes Agraria dalam Masyarakat Indonesia Kontemporer. Ide pokok buku itu tetap dipertahankan. Penambahan dilakukan untuk memasukkan perkembangan terbaru realitas industri perkebunan dan penanganan industri perkebunan dan lingkungan pada tingkat internasional dan nasional serta perkembangan terkini konsep-konsep dan teori .

Pada akhirnya, buku ini menjadi sangat berbeda dari buku terdahulu.
Buku ini tentang konflik dengan acuan konflik agraria .
Konflik bukan hanya objek kajian sosiologi, melainkan juga suatu perspektif Disiplin Sosiologi menganalisis realitas sosial alternatif dari perspektif fungsional.

Buku ini memberikan perhatian khusus terhadap relasi antara penduduk atau komunitas tempatan dengan aparatur negara atau pebisnis atau dengan keduanya berkenaan dengan penguasaan dan penggunaan sumber agraria seperti lahan dan air oleh kedua pihak tersebut. Pada dasarnya buku ini membahas analisis konflik dari sudut Disiplin Sosiologi dengan pokok pembicaraan perlawanan terorganisasi komunitas terhadap aparatur negara atau manajemen perusahaan atau keduanya menuntut hak-hak mereka atas tanah utamanya yang berdasarkan hukum adat, konteks sosio-kultural politik perlawanan tersebut, dan reaksi pemerintah dan korporasi perkebunan terhadap perlawanan komunitas, serta relevansi standar-standar global dan nasional memitigasi konflik agraria struktural di .

Konflik agraria gejala klasik yang tetap aktual di berbagai tempat di dunia,
terutama di negara-negara sedang berkembang, termasuk di Indonesia. Di negara ini, pertentangan kepentingan atas sumber-sumber agraria yang berkembang pada tahap perlawanan penduduk/komunitas setempat berkaitan dengan tanah yang berlokasi di daerah mereka yang dipakai oleh aparatur negara untuk berbagai kepentingan dan pebisnis untuk keperluan akumulasi kapitalnya berlanjut terus sampai saat ini dan mungkin sampai saat yang akan datang. Bahkan di era pemerintahan Orde Baru yang otoriter dan represif yang berarti negara sangat kuat, penduduk/komunitas setempat telah melakukan perlawanan menolak tanah mereka diambilalih oleh pemerintah dan pebisnis, sepeti untuk keperluan pembangunan waduk untuk pembangkit listrik, pembangunan lapangan golf, industri perkebunan dan pertambangan.

Buku ini membicarakan proses protes-protes agraria kolektif dilakukan, aktor-aktor utamanya, terjadinya dan jalur-jalur sosial-politik yang menghubungkan protes-protes itu dengan negara dan bisnis.
Kegagalan meregulasi konflik seperti konflik agraria menimbulkan dampak ekonomi, politis dan sosial terhadap suatu masyarakat disebabkan konflik yang bereskalasi sering menjadi dasar ketidakstabilan politik dan pergolakan sosial, salah satunya seperti yang terjadi di Papua akhir-akhir ini.

Mengingat peristiwa-peristiwa konflik agraria sering bereskalasi, sudah saatnya perhatian serius diberikan oleh berbagai kalangan, termasuk para akademisi, terhadap penomena tersebut dengan menganalis penyebabnya dan memetakan aktor-aktor yang terlibat di dalamnya guna mencari cara penanganan atau mengurangi intensitasnya. Karena peristiwa konflik
agraria yang manifestasinya mulai dari pertikaian sampai mobilisasi untuk mewujudkan kepentingan tidak mungkin tidak terjadi dalam sistem sosial yang sumber-sumber agraria bernilai ekonomis, hal yang semestinya diperhatikan adalah regulasi konflik agraria.

Buku ini diharapkan menyumbang terhadap upaya regulasi konflik agraria.
Terbitan ini ditujukan kepada beberapa pihak. Disamping untuk memenuhi kebutuhan mahasiswa sosiologi dan sosiolog yang mengkaji realitas konflik, konflik agraria dan lingkungan, dan gerakan sosial terhadap literatur yang berisikan pembahasan teoretis dan pengungkapan realitas konflik dan perilaku kolektif yang dibingkai oleh teori-teori dan konsep-konsep mutakhir, buku ini ditujukan kepada mahasiswa dan
akademisi berbagai disiplin ilmu yang mengkaji sumberdaya alam dan lingkungan serta aktivis Ornop yang memperhatikan persoalan-persoalan keadilan agraria dan gerakan sosial.

Buku ini menganjurkan kepada pembaca untuk membicarakan suatu peristiwa konflik dalam suatu konteks relasi sosial. Pengetahuan, persepsi, sikap dan intensi (keiingan dan motivasi) aktor mendasari perilaku konflik aktor, tetapi kepentingan yangdiujudkan oleh aktor ada yang tidak personal sifatnya dan faktor-faktor predisposisi memerlukan konteks relasi sosial aktor untuk perkembangan menjadi intensi untuk berbuat.

Khusus berkenaan dengan konflik agraria, perlu digunakan perpektif yang memungkinkan penelitinya menganalisis hubungan tiga unsur untuk memahami keberadaan dan eskalasinya, yaitu komunitas tempatan, aparatur negara dan pebisnis. Tawaran buku ini kepada pembaca adalah penggunaan teori formasi negara untuk mempelajari relasi negara dengan masyarakat.


Buku ini tidak mungkin hadir dihadapan para pembaca tanpa jasa banyak orang. Penulis mengucapkan terima kasih kepada kedua orangtua penulis yang jasanya tidak akan terbalas. Terima kasih banyak penulis ucapkan kepada para guru penulis yang telah berjasa. Tentunya terima kasih penulis ucapkan kepada istri penulis yang dengan sabar telah mendapingi penulis dan kepada anak-anak penulis yang memberikan semangat, sehingga buku ini dapat diselesaikan.
Semoga buku ini bermanfaat untuk pengembangan kajian sosiologi agraria dan sosiologi konflik di Indonesia serta pengembangan negara-bangsa Indonesia kearah yang berketahanan konflik.

Back to Top
1
Kami Menyediakan Buku buku kebutuhan untuk perguruan tinggi, jika anda ingin terhubung langsung dengan kami, silahkan gunakan chat wa ini untuk terhubung langsung dengan admin kami
Powered by