MANAJEMEN PEMASARAN Dengan Pendekatan Digital Marketing Ibrahim Daud

MANAJEMEN PEMASARAN Dengan Pendekatan Digital Marketing Ibrahim Daud

Manajemen-Pemasaran-1.jpg

MANAJEMEN PEMASARAN Dengan Pendekatan Digital Marketing Ibrahim Daud – Sejarah Pemasaran Pemasaran tumbuh dan berkembang sebagaimana masyarakat tumbuh dan berkembang,yang dimulai dari sebuah tahap perekonomian yang mendasarkan pada pertanian
dan pemenuhan kebutuhan sendiri menjadi tahap perekonomian yang mendasarkan pembagian tugas/spesialisasi pekerjaan kemudian industrialisasi dan urbanisasi.
lebih jelasnya tahapan-tahapan tersebut meliputi:
Pertama yaitu ketika satuan keluarga masih membuat sendiri segala kebutuhan hidupnya, seperti menanam sendiri memenuhi kebutuhan pangannya, membuat pakaian dan perabot-perabot lain sendiri untuk memenuhi hajat hidupnya (produksi sendiri untuk dikonsumsi), maka pada tahap ini dalam masyarakat tersebut belum ada pemasaran sebab tidak terjadi pertukaran.
Tahap kedua adalah tahap beberapa satuan keluarga berusaha bersama-sama dalam memenuhi kebutuhan hidupnya, misal ternak dan tanah ladang dikelola bersama memenuhi mereka. Dalam tahap ini yang disebut sebagai tahap pemilikan bersama, juga tidak terjadi pertukaran sehingga belum ada pemasaran.
Tahap ketiga adalah tahap barter sederhana, yang dimulai dengan timbulnya pembagian tugas/spesialisasi pekerjaan. Dalam masing-masing kelompok keluarga.

2 Pemasaran
masyarakat tertentu akan menghasilkan barang yang berlainan, dengan demikian disatu kelompok keluarga/masyarakat tertentu akan merasa kelebihan/surplus barang tertentu dan sebaliknya di kelompok keluarga/masyarakat lain merasa kekurangan jenis barang yang lain. Oleh karenanya, memenuhi kebutuhan hidupnya mereka saling mengadakan pertukaran. Pada saat inilah dimulai walau secara sederhana.
Tahap keempat adalah tahap pasar lokal, yang terjadi setelah adanya spesialisasi dan barter dari berbagai barang pada tempat tertentu. Mula-mula pasar ini muncul hanya pada hari-hari tertentu, namun dalam perkembangannya menjadi suatu pasar yang permanen yang berfungsi sebagai lembaga khusus dalam mempermudah pertukaran.
Tahap kelima merupakan tahap ekonomi uang. Tahap ini muncul karena dirasakan sering timbul masalah dalam menghadapi suatu barang-barang ekonomis yang apabila dipertukarkan akan mempunyai nilai yang relatif sangat berbeda dan tidak dapat dibagi-bagi. Untuk mengatasi masalah ini akhirnya berkembang suatu alat pertukaran yang bentuknya bermacam-macam, mulai dari kerang, mutiara, kulit, dan berbagai macam bentuk logam (tembaga, perunggu, besi dan akhirnya perak dan emas). Dengan
digunakannya alat penukar sebagai nilai ini maka proses pertukaran barang menjadi lebih efisien.
Tahap keenam, yaitu tahap kapitalisme muda merupakan tahap kelanjutan dari tahap ekonomi uang. Dengan adanya alat penukar atau uang mengakibatkan beberapa orang berhasil dalam mengumpulkan kekayaan. Para pemilik kekayaan ini (para kapitalisme muda) mulai mengorganisir para pekerja ke dalam satuan-satuan produktif, baik di bidang pertanian atau kerajinan. Hasil produk ini dijual kepada para konsumen
dengan tanpa merk maupun periklanan. Hal ini terjadi karena jumlah permintaan lebih besar daripada jumlah penawaran. Sehingga dalam tahap ini pemasaran dipkitang sebagai pemindahan barang dari produsen ke konsumen.
Tahap ketujuh adalah tahap produksi masa. Dalam tahap ini produsen kecil
mulai membuat barang dalam jumlah besar. Mereka berproduksi untuk memenuhi kebutuhan yang akan datang, maka mulailah muncul kegiatan usaha untuk membantu menjualkan kelebihan hasil produksi tersebut, yaitu sebagai perantara antara produsen dengan konsumen yang sering disebut pedagang. Disamping mulai digunakannya perantara, pada tahap ini juga mulai menjalankan praktek pemasaran modern, seperti pemberian merk, pembungkusan, pengiklanan, dan sebagainya untuk menjaring dan membangun preferensi konsumen. Hal ini dilakukan oleh para produsen karena semakin berkembangnya -perusahaan besar sebagai
akibat timbulnya teknologi transportasi dan yang semakin maju pesatnya pertumbuhan penduduk.
Tahap kedelapan adalah tahap masyarakat makmur. Dalam tahap ini sudah banyak masyarakat yang memiliki uang diatas kebutuhan pokoknya. Sehingga mereka ini merupakan pasar potensial bagi barang dan jasa yang dapat memenuhi kebutuhan

Bab 1—Pendahuluan 3
psikologis dan sosial. Oleh karenanya disini para produsen lebih banyak memberikan perhatian pada perbedaan keinginan segmen-segmen pasar dengan melalui riset pemasaran.
Jadi di dalam tahap masyarakat makmur, kegiatan pemasaran semakin menekankan pada penafsiran keinginan konsumen & menciptakan barang jasa yang dapat memuaskan keinginan tersebut

Back to Top