ASUHAN KEBIDANAN BERKELANJUTAN (CONTINUITY OF CARE) DI PRAKTIK MANDIRI BIDAN (PMB) TAHUN 2020 – 2021 Seri Pra Konsepsi

ASUHAN KEBIDANAN BERKELANJUTAN (CONTINUITY OF CARE) DI PRAKTIK MANDIRI BIDAN (PMB) TAHUN 2020 – 2021 Seri Pra Konsepsi

Asuhan-Kebidanan-Berkelanjutan-Seri-PraKonsepsi-.jpg

ASUHAN KEBIDANAN BERKELANJUTAN (CONTINUITY OF CARE)
DI PRAKTIK MANDIRI BIDAN (PMB) TAHUN 2020 – 2021 Seri Pra Konsepsi
Uliy Iffah, S.ST., M.Keb, Fitrayeni, SKM., M.Biomed, Ossy Permatasari, S.Keb., Bd. Yuni Febriani, S.Keb., Bd. Rahmi Nabila, S.Keb., Bd. Amalia Sholihah, S.Keb., Bd.
Angka Kematian Ibu (AKI) adalah salah satu indikator yang dapat menggambarkan kesejahteraan masyarakat di suatu negara. Menurut data World Health Organization (WHO), AKI di dunia pada tahun 2015 diperkirakan 303.000 per 100.000 kelahiran hidup. Sedangkan angka kematian bayi (AKB) di dunia menurut data World Health
Organization (WHO) pada tahun 2016 diperkirakan 41 per 1000 kelahiran hidup (WHO, 2018).
Upaya percepatan penurunan AKI dapat dilakukan dengan menjamin agar setiap ibu mampu mengakses pelayanan kesehatan ibu yang berkualitas, seperti pelayanan kesehatan ibu hamil, pertolongan persalinan oleh terlatih di fasilitas pelayanan kesehatan, perawatan pasca persalinan bagi ibu dan bayi, perawatan khusus dan rujukan jika terjadi komplikasi, kemudahan mendapatkan cuti hamil dan melahirkan
dan pelayanan keluarga berencana, sebagai upaya untuk menurunkan AKI dan AKB
maka, program SDGs (sustainable Development Goals) merupakan program yang salah
satunya adalah mempunyai target untuk mengurangi AKI dan AKB (Kemenkes RI,
2015).
Sustainable Development Goals (SDGs) adalah sebuah kesepakatan pembangunan
berkelanjutan baru, masa berlakunya 2015-2030 disepakati oleh lebih dari 190 negara
berisikan 17 tujuan dan 169 sasaran pembangunan. SDGs berisi 17 tujuan dengan
2 Asuhan Kebidanan Berkelanjutan (Continuity of Care ) di Praktik Mandiri Bidan (PMB) Tahun 2020 – 2021
tujuan ketiga yaitu menjamin kehidupan yang sehat bagi semua orang di segala usia.
Pilar pertama dan kedua dalam tujuan ketiga SDGs yaitu mengurangi AKI dibawah 70
per 100.000 kelahiran hidup dan menurunkan Angka Kematian Bayi (AKB) setidaknya
hingga 12 per 1.000 kelahiran hidup (Kemenkes RI, 2015).
Dalam rangka mencapai tujuan pembangunan kesehatan di dilakukan
berbagai upaya kesehatan, salah satunya dalam bentuk pelayanan kesehatan. Pelayanan
kesehatan bertujuan untuk memelihara, meningkatkan kesehatan, mencegah dan
menyembuhkan penyakit, memulihkan kesehatan perorangan, kelompok dan
masyarakat. Salah satu bentuk pelayanan kesehatan adalah pelayanan kebidanan, yang
merupakan salah satu bentuk pelayanan kesehatan ditujukan khusus kepada perempuan,
bayi baru lahir, balita, anak prasekolah termasuk kesehatan reproduksi perempuan dan
keluarga berencana. Pelayanan kebidanan harus diberikan secara bertanggung jawab,
akuntabel, bermutu dan aman.
Pelayanan kesehatan anak yang dapat dilakukan oleh bidan adalah memberikan
asuhan pada bayi baru lahir, bayi, balita, dan anak prasekolah; memberikan imunisasi
sesuai program pemerintah pusat; melakukan pemantauan tumbuh kembang pada
bayi, balita, dan anak prasekolah deteksi dini penyulit, gangguan tumbuh
kembang dan rujukan; dan memberikan pertolongan pertama kegawatdaruratan pada
bayi baru lahir dilanjutkan dengan rujukan. Sedangkan pelayanan kesehatan reproduksi
perempuan dan keluarga berencana, bidan berwenang melakukan komunikasi, informasi,
edukasi dan konseling, dan memberikan pelayanan kontrasepsi sesuai dengan ketentuan
perundang-undangan (UU RI No. 4 Tahun 2019 tentang Kebidanan).
Continuity of care dalam kebidanan merupakan serangkaian kegiatan pelayanan
berkesinambungan mulai dari kehamilan, persalinan, nifas, bayi baru lahir serta keluarga
berencana. Continuity of care yang dilakukan oleh bidan umumnya berorientasi untuk
meningkatkan kesinambungan pelayanan dalam suatu periode. Continuity of care
memiliki 3 jenis pelayanan yaitu manajemen, informasi dan hubungan. Kesinambungan
melibatkan antar perempuan dan bidan (Ningsih, 2017). Asuhan
komprehensif merupakan asuhan terfokus dari waktu ke waktu dan terkoordinasi dengan
lain dalam pemantauan faktor risiko atau komplikasi pada ibu dan
janin yang memerlukan rujukan ke pelayanan kesehatan yang lebih tinggi. Asuhan
komprehensif ini terdiri dari 3 aspek yaitu 1) asuhan komprehensif longitudinal, yaitu
asuhan berkelanjutan pada ibu mulai dari hamil, bersalin sampai dengan post partum;
2) asuhan komprehensif relasional, berhubungan dengan kualitas asuhan komprehensif
longitudinasl; 3) asuhan komprehensif informasional, berkaitan dengan pemberian
informasi dan edukasi kesehatan sepanjang siklus hidup wanita. Pemberian asuhan
seacara komprehensif ini dapat meningkatkan ibu dan pengeluaran yang
minim karena faktor risiko komplikasi pada ibu maupun janin dapat diketahui lebih awal
sehingga mendapatkan intervensi yang tepat dan tidak berlebihan (De Jonge et al, 2015).

Back to Top